Portal Resmi
Logo LDII Bali

DPW LDII Provinsi Bali

Web Portal Resmi

<- Kembali ke daftar beritaDidukung Kemenag, FEGETA Bali 2026 Jadi Wadah Strategis Siapkan Generasi Berilmu dan Beriman
ArtikelBeritaBerita TerkiniHubungan Antar LembagaAgenda KegiatanBerita Kegiatan

Didukung Kemenag, FEGETA Bali 2026 Jadi Wadah Strategis Siapkan Generasi Berilmu dan Beriman

Dipublikasikan 02 November 2026

Denpasar (1/11) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali bekerja sama dengan Penggerak Pembina Generus (PPG) Bali sukses menggelar Festival Generasi Taqwa (FEGETA) Bali 2026. Kegiatan akbar yang memadukan kompetisi bakat dan pembinaan moral ini berlangsung di Gedung Serbaguna LDII Bali pada Minggu, 1 November 2026. Acara ini diikuti oleh ratusan kontingen perwakilan dari tingkatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Bali sebagai langkah konkret mencetak generasi penerus yang berdaya saing, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bali memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ketua Tim Urusan Agama Islam Kemenag Provinsi Bali, Budiastuti Arieswati, S.Si., Apt., M.Kes, menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu bersinergi bersama organisasi kemasyarakatan dalam membina generasi muda. "Kita dari pemerintahan tentunya selalu mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan seperti yang pada hari ini, kegiatan Festival Generasi Taqwa Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Bali," ujarnya di sela-sela acara.

Budiastuti menilai FEGETA memiliki misi mulia dalam mengintegrasikan potensi intelektual dengan fondasi spiritual anak bangsa. "Tentunya kegiatan-kegiatan ini kan mempunyai tujuan yang sangat mulia ya, membangun generasi penerus yang berilmu, beriman. Kemudian kita juga sebagai orang tua juga mendapatkan tempat untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk berinovasi, menunjukkan prestasinya, sehingga pemerintah, organisasi masyarakat, dan kita semuanya bisa berkolaborasi untuk membangun generasi muda yang siap mengisi masa depan bangsa kita," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Bali, Drs. H. Olih Solihat Karso, M.Sn, memandang penanaman 29 karakter luhur bagi generasi penerus sebagai amanah sekaligus pekerjaan rumah besar yang menuntut komitmen terencana dan berkelanjutan. "Hal ini suatu PR yang sangat besar dan suatu karya yang harus kita konsep dengan baik, kemudian kita jalankan sesuai konsep itu, dan kemudian nanti akan kelihatan berhasil dan tidaknya," ungkap H. Olih.

Ia menggarisbawahi bahwa pembentukan moral generasi muda harus berakar pada pembiasaan ibadah serta pendalaman Al-Qur'an dan Hadis sejak usia dini. "Intinya kita didik anak-anak dari mulai kecil, caberawit, dan seterusnya, itu sampai jadi mubaligh-mubalighot, bisa membeberkan satu-satunya Quran dan hadis yang ada di Lembaga Dakwah Islam sebagai pedoman kita, itu bisa menjadi suatu kewajiban yang terbiasa dilakukan. Untuk anak-anak bisa menetapi salat lima waktu ini sangat baik, anak-anak dibiasakan, kaum muda-muda dibiasakan, semua dibiasakan baca Quran, itu harus. Karena agama itu bukan saja dalam kehidupan, tapi nanti juga dibawa mati, dan pedoman hidup itu yang paling utama adalah agama," tegasnya.   

Lebih lanjut, H. Olih mengingatkan bahwa nilai-nilai keislaman harus tercermin secara utuh dalam tingkah laku sehari-hari. "Kita terikat dengan suatu janji pada diri kita bahwa kita... agama kita Islam, maka perilaku kita harus Islam, kata-kata kita Islam, tindak tanduk kita Islam. Semuanya di bawah agama, karena kita yang paling utama berkaitan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala," terangnya. 

Ketua Penyelenggara sekaligus Ketua PPG Bali, Erviando Merandi Putra, S.Pd, memaparkan tingginya antusiasme generasi muda dalam menyemarakkan ajang tingkat provinsi ini. Sebanyak kurang lebih 500 peserta utusan dari jenjang DPD, PC, dan PAC hadir memadati arena kegiatan sejak pagi hari untuk mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.

Erviando menjelaskan bahwa kompetisi ini dirancang secara berjenjang guna merangkul seluruh jenjang pembinaan usia. "Pada FEGETA Bali 2026 ini, kami menyelenggarakan 18 cabang lomba, terdiri dari 13 lomba utama dan 5 lomba hiburan untuk jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA sampai Pra Nikah. Untuk jumlah peserta yang hadir sebanyak kurang lebih 500 orang. Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini," ujarnya.

Menegaskan esensi utama dari perhelatan ini, Erviando berharap FEGETA Bali bisa menciptakan generasi penerus yang berkarakter unggul dan religius. "Harapan kami, melalui tema ini generus tidak hanya memiliki kemampuan, keterampilan, dan prestasi, tetapi juga memiliki karakter dan nilai-nilai agama yang kuat. Jadi, generus kita mampu berkompetisi secara profesional, menghasilkan karya yang positif, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai agama dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (rgy)