Portal Resmi
Logo LDII Bali

DPW LDII Provinsi Bali

Web Portal Resmi

<- Kembali ke daftar beritaRatusan Santri Ponpes Wali Barokah Meriahkan Kirab Bendera Raksasa Merah Putih di Kota Kediri
ArtikelBeritaAgenda KegiatanBerita NasionalBerita Kegiatan

Ratusan Santri Ponpes Wali Barokah Meriahkan Kirab Bendera Raksasa Merah Putih di Kota Kediri

Dipublikasikan 25 Agustus 2026

Kediri (18/8). Sebanyak 100 santri Pondok Pesantren Wali Barokah antusias berpartisipasi dalam Kirab Bendera Raksasa Merah Putih yang digelar oleh Pemerintah Kota Kediri pada Minggu (16/8/2026) siang. 

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ini diikuti total 1.147 pemuda dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, pelajar, mahasiswa, pondok pesantren, hingga tokoh lintas komunitas.

Para santri bergabung bersama ribuan peserta dan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membentangkan kain merah putih berukuran panjang 60 meter dan lebar 40 meter. Aksi kirab dimulai dari Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat menuju kawasan Puncak Gunung Klotok, lokasi bendera raksasa tersebut nantinya dikibarkan oleh tim khusus IKAPALA.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, menyampaikan pesan tentang makna perjuangan di balik pengibaran bendera tersebut. 

"Di balik bendera yang akan kita kibarkan ini ada sejarah panjang perjuangan para pahlawan kita. Dulu para pahlawan berkorban jiwa raga untuk meraih kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Vinanda.

Ia juga menambahkan apresiasinya atas antusiasme generasi muda Kediri. "Saya bangga sore ini pemuda-pemudi Kota Kediri dengan penuh semangat ikut mengibarkan bendera merah putih. Melalui kegiatan ini tentu semangat kita harus bertambah dalam membangun Kota Kediri," tegasnya.

Kehadiran para santri dalam momentum bersejarah ini menjadi simbol kuat sinergi antara kalangan pesantren dan pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

Ketua Ponpes Wali Barokah, KH. Sunarto, menyatakan bahwa keterlibatan para santri merupakan wujud komitmen pondok pesantren dalam menanamkan jiwa nasionalisme. 

"Keterlibatan 100 santri kami dalam kirab ini adalah bukti bahwa pesantren tidak pernah lepas dari sejarah perjuangan bangsa. Kami ingin para santri menghayati arti kemerdekaan dan siap melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan kontribusi positif bagi negeri," tegas KH Sunarto.

Sementara itu, Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno yang juga ikut sebagai peserta kirab menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi lapangan yang sangat bernilai bagi para santri. 

"Melalui kegiatan ini, santri belajar langsung tentang arti kebersamaan, gotong royong, dan persatuan. Berjalan beriringan bersama seluruh elemen masyarakat Kota Kediri memperkuat rasa persaudaraan dan cinta tanah air dalam diri para santri," jelas Asyhari.