Portal Resmi
Logo LDII Bali

DPW LDII Provinsi Bali

Web Portal Resmi

<- Kembali ke daftar beritaHewan Kurban Meningkat, LDII Bali Sukses Terapkan Kurban Ramah Lingkungan
Berita TerkiniLDII BaliLDIILDII News

Hewan Kurban Meningkat, LDII Bali Sukses Terapkan Kurban Ramah Lingkungan

Dipublikasikan 27 Mei 2026

Denpasar (27/5) - Ribuan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Provinsi Bali merayakan Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026). Setelah salat ied, warga LDII serempak memotong hewan kurban. Momentum suci ini tidak hanya dirayakan sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai aksi nyata kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar.

Di tengah keunikan kultural Bali, LDII Bali menerjemahkan esensi kurban melalui pendekatan yang harmonis, menggabungkan kesalehan ritual dengan tanggung jawab pelestarian lingkungan hidup. Warga LDII Bali memandang ibadah kurban memiliki dimensi sosial yang luas untuk merajut kembali tali persaudaraan tanpa sekat perbedaan. 

hewan-kurban-meningkat-ldii-bali-sukses-terapkan-kurban-ramah-lingkungan-pic-1.JPG

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Bali, Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn., mengungkapkan antusiasme warga LDII dalam berkurban tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai 146 ekor sapi dan 288 ekor kambing. Angka tersebut menunjukkan tren positif dari capaian tahun sebelumnya yang mencatatkan sebanyak 145 ekor sapi dan 175 ekor kambing. 

”Peningkatan kuantitas ini menjadi cerminan nyata dari semakin kuatnya kesadaran dan semangat warga untuk berbagi di tengah masyarakat," jelas Olih. 

Salah satu terobosan penting yang digaungkan oleh LDII Bali Iduladha kali ini adalah penerapan konsep kurban ramah lingkungan atau eco-kurban. Panitia di tingkat daerah hingga cabang berkomitmen meminimalkan sampah plastik sekali pakai dengan menggantinya menggunakan wadah alternatif seperti besek bambu atau daun tradisional, yang sekaligus memberdayakan para perajin lokal Bali. 

Selain itu, pengelolaan limbah sisa penyembelihan juga diawasi dengan ketat melalui pembuatan lubang penimbunan khusus agar darah dan kotoran tidak mencemari saluran air maupun sungai di sekitar pemukiman warga sekitar. Semangat kebersamaan ini semakin terasa indah karena distribusi daging kurban turut menyasar masyarakat heterogen, termasuk umat Hindu yang hidup berdampingan.

Ketua Umum Persaudaraan Hindu Muslim Bali (PHMB), A.A. Ngurah Agung, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah ini merupakan wujud nyata dari tradisi menyama braya (persaudaraan). ”Nilai-nilai ini sangat selaras, di mana dalam ajaran Hindu dikenal konsep Tri Hita Karana (keharmonisan dengan Tuhan, sesama, dan alam), sedangkan dalam ajaran Islam terdapat konsep hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan hablum minannas (hubungan dengan manusia), sehingga jalinan persaudaraan antarumat di Bali tetap berjalan dengan sangat baik,” jelasnya. 

hewan-kurban-meningkat-ldii-bali-sukses-terapkan-kurban-ramah-lingkungan-pic-2.JPG

Kebahagiaan dari tradisi berbagi ini dirasakan langsung oleh Endang Ratna Ningsih, seorang warga lokal yang menjadi penerima manfaat melalui tradisi nge-jot (berbagi makanan). Ia mengaku sangat bersyukur karena setiap tahun selalu mendapatkan kiriman daging kurban yang diantarkan langsung oleh warga LDII Bali ke rumahnya. ”Hubungan yang terjalin erat selama bertahun-tahun ini membuat kami merasa seperti saudara sendiri,” jelasnya. 

Sementara itu, Rhuziq, seorang pemuda LDII yang terlibat langsung dalam ngejot mengungkapkan, anak-anak muda dari usia SMP sengaja dilibatkan dalam agenda besar ini. ”Keterlibatan sejak dini ini sangat penting dilakukan sebagai langkah pembiasaan, sehingga kelak ketika terjadi proses regenerasi, generasi penerus sudah terbiasa dan siap mengemban tanggung jawab dalam merawat tradisi kebersamaan ini,” katanya. 

Apresiasi terhadap kelancaran acara juga datang dari perangkat lingkungan setempat. Kepala Lingkungan (Kaling) Padang Griya, Gede Suambara Putra, menyatakan pelaksanaan kurban pada tahun ini sudah sangat kondusif. ”Semoga hubungan persaudaraan antarwarga ini bisa terjalin dengan lebih erat lagi di masa depan,” tuturnya.