
LDII Bali Bahas Green Kurban dan Profesional Religius dalam Acara Bedah Buku Dr. Ali
Dipublikasikan 25 Mei 2026
Denpasar (23/5) - DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali terus berkomitmen dalam mewujudkan kontribusi nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek pengelolaan lingkungan hidup maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi dan dakwah.
Hal tersebut mengemuka dalam acara sosialisasi dan bedah buku kedua karya Dr. Ahmad Ali bertajuk Memperkuat Sinergi Profesional Religius untuk Bangsa di Gedung Serbaguna DPW LDII Bali, Denpasar Barat, pada Sabtu (23/5/2026).

Agenda ini menyoroti dua fokus utama, yakni implementasi konsep green kurban dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha serta penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui bedah perspektif bersama cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU).
Dalam sesi pertama, perwakilan LDII Bali, Shobirin, memberi pemaparan krusial mengenai teknis pengelolaan limbah hewan kurban agar tetap bersih, higienis, dan bebas dari bau tak sedap. Dijelaskan, terdapat dua media utama yang digunakan warga LDII dalam mengolah limbah kurban tahun ini. Pertama adalah cairan eco-Enzyme, yaitu cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur organik (seperti sisa sayuran dan kulit buah), gula (gula merah atau molase).
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua LDII Bali, Agus Purmadi yang memberikan penekanan pentingnya merawat fasilitas sanitasi di lokasi penyembelihan.
”Area septic tank yang menampung sisa limbah
kurban harus dijaga ketat agar tidak terkontaminasi oleh sisa campuran Eco-Enzyme yang sudah tercampur dengan detergen. Hal ini bertujuan untuk menjaga ekosistem bakteri pengurai di dalam septic tank tetap seimbang, sehingga limbah cair kurban dapat terurai dengan sempurna tanpa mencemari lingkungan sekitar pemukiman warga,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad Ali cendekiawan NU yang telah mendedikasikan waktunya meneliti dinamika LDII dengan mengunjungi 36 provinsi di Indonesia. Ia telah menerbitkan dua buku ilmiah yang memotret LDII secara objektif dari sudut pandang eksternal, dan kini tengah mempersiapkan buku ketiganya.
Buku pertama yang terbit dari riset akhir 2021 dan dibedah pada tahun 2023 berjudul 11 Nilai-Nilai Kebajikan di dalam LDII, yang mengupas tuntas karakter positif warga LDII dalam hal kerapian, kedisiplinan, kebersihan, hingga kekompakan.
Sementara buku kedua yang menjadi agenda utama sosialisasi hari ini mengulas tentang Sistem Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke. Dalam pemaparannya, Ali mematahkan stigma negatif masa lalu dengan kesaksiannya bahwa LDII sangat luar biasa dalam menjaga thoharoh (kesucian), dan isu bahwa bekas tempat salat warga non-LDII di masjid LDII akan langsung dipel adalah mitos yang sama sekali tidak benar.

”Sejauh ini LDII telah terlibat langsung dalam hal penguatan nilai-nilai kebangsaan, dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa, dan saya juga tidak ada menemukan warga LDII yang terlibat dengan Radikalisme,” tegasnya.
H. Olih solihat Karso selaku Ketua DPW LDII Bali mengaku sangat bahagia dengan datangnya Ahmad Ali.
”Buku-buku karya Dr. Ahmad Ali menurut saya merupakan karya ilmiah, karena ada dasarnya, autentik cara penelitiannya, sehingga bisa di terima oleh masyarakat,” terang Olih. (tya)
