
Sambut Kunjungan FKUB Jombang, LDII Bali Tegaskan Komitmen Rawat Kebhinnekaan melalui Dialog Kebangsaan
Dipublikasikan 05 Mei 2026
DENPASAR (30/4) – Dalam upaya memperkukuh tali silaturahim dan menjaga semangat nasionalisme, DPW LDII Provinsi Bali memfasilitasi pertemuan strategis antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dan FKUB Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Acara bertajuk Dialog Kebangsaan ini berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna DPW LDII Bali pada Kamis, 30 April 2026.
Ketua FKUB Jombang, K.H. M. Munif Kusnan, S.H., M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. ”Silaturahim lintas daerah dan lintas agama merupakan nilai universal yang diajarkan oleh setiap keyakinan. Pertemuan semacam ini adalah kunci utama dalam menjalin kebersamaan serta memastikan stabilitas kerukunan tetap terjaga meski dalam balutan perbedaan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten I Sekretaris Kabupaten Jombang, Drs. H. Purwanto, M.K.P., yang hadir mewakili Ketua Dewan Pembina FKUB Jombang, menyoroti pentingnya menyatukan gagasan antar sesama ciptaan Tuhan. Ia memandang bahwa dialog kebangsaan adalah manifestasi dari rasa cinta dan rindu terhadap persatuan dan kesatuan. Purwanto berharap sinergi ini membuat pondasi kemasyarakatan menjadi kuat dan tidak mudah keropos oleh isu-isu perpecahan.
"Bahwasannya ada rasa cinta dan rindu terhadap ciptaan Tuhan Yang Maha Esa dalam membicarakan gagasan sebuah persatuan dan kesatuan agar kuat, tidak keropos, sehingga masyarakat tetap rukun damai dan bersatu," tutur Purwanto di hadapan pengurus LDII Bali dan para tokoh lintas agama yang hadir.
Ungkapan ini menggarisbawahi bahwa kedamaian adalah hasil dari upaya kolektif yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan melalui diskusi terbuka.
Sementara itu, Ketua FKUB Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, S.H., atau yang akrab disapa Ratu Sukahet, memberikan pandangan positif terhadap organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia, termasuk LDII. Ia menilai LDII memiliki keseimbangan yang baik antara jiwa nasionalisme dan religiusitas. Ratu Sukahet mendorong agar ormas Islam terus meningkatkan kecintaan terhadap NKRI demi menjamin masa depan Indonesia yang lebih cerah dan harmonis.
“Ormas-ormas Islam yang ada di Indonesia pada umumnya memiliki jiwa nasionalisme dan pemahaman agama yang tinggi. LDII telah menunjukkan jiwa nasionalis dan religius tersebut. Saya sangat mendukung agar hal ini terus ditingkatkan sehingga NKRI tetap kokoh untuk masa depan yang lebih baik,” tegas Ratu Sukahet dalam sesi dialog yang dimoderatori oleh H. Hardilan, S.H. tersebut.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Bali, Drs. H. Olih Solihat Karso, M. Sn., turut memberikan pesan mendalam, khususnya bagi generasi muda LDII. ”Keahlian individu tidak akan memberikan dampak besar jika berjalan secara monoton tanpa adanya semangat kolaborasi. Sebaliknya, jika keahlian tersebut disatukan dalam bingkai keberagaman, maka akan tercipta persatuan yang bersifat universal dan kokoh di setiap tingkatan lapisan masyarakat,” jelasnya.
Menggunakan filosofi lokal, H. Olih menjelaskan konsep kesatuan melalui istilah Utama, Madya, dan Nista. Di mana setiap tingkatan, dari yang tertinggi hingga yang paling sederhana, saling berhubungan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam satu kesatuan yang utuh.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi ramah tamah antara pengurus DPW LDII Bali, FKUB Jombang, serta Ketua Persaudaraan Hindu-Muslim Bali yang turut hadir memberikan dukungan. (rgy)
