Portal Resmi
Logo LDII Bali

DPW LDII Provinsi Bali

Web Portal Resmi

<- Kembali ke daftar beritaMendes PDT Dorong LDII Kembangkan Desa Binaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi
DPP LDIIAgenda KegiatanBerita NasionalLDII NewsBerita KegiatanArticle

Mendes PDT Dorong LDII Kembangkan Desa Binaan untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

Dipublikasikan 19 April 2026

Banten (18/4) — Menteri Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, mendorong Lembaga Dakwah Islam Indonesia untuk membangun desa binaan yang berfokus pada ketahanan serta kemandirian pangan. Langkah ini dinilai penting untuk membantu pemerintah menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik.

 

Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahim Syawal DPW LDII Banten, Sabtu (18/4/2026). Yandri menegaskan bahwa program pemerintah, sejalan dengan visi Presiden melalui Asta Cita, menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas utama.

 

“Jika swasembada pangan dan energi tercapai, Indonesia akan lebih tangguh dibandingkan negara lain. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kementerian PDT, termasuk melalui program konkret seperti pengembangan sorgum bersertifikat di Blora, Jawa Tengah.

 

Dody menjelaskan, LDII akan terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap desa dan pondok pesantren di bawah naungannya yang memiliki potensi sumber daya alam untuk mendukung program ketahanan pangan berbasis wilayah.

 

Selain itu, LDII juga berencana melibatkan generasi muda, khususnya Gen Z dan santri, dalam sektor pertanian modern seperti urban farming yang terintegrasi dengan peternakan dan pertanian terpadu.

 

“Generasi muda tetap bisa produktif di desa dengan memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran hasil pertanian,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua LDII Banten, Dimo Tomo, menambahkan bahwa pihaknya akan melanjutkan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu dari delapan bidang pengabdian LDII. Di Banten sendiri, program yang telah berjalan adalah budidaya padi gogo.

 

Padi gogo merupakan jenis padi yang dapat ditanam di lahan kering tanpa irigasi, mengandalkan curah hujan, serta tahan terhadap kondisi kekeringan. Tanaman ini dinilai cocok dengan kondisi geografis wilayah Banten dan sekitarnya, sehingga menjadi solusi untuk meningkatkan produksi pangan di lahan terbatas.

 

Melalui sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak, diharapkan ketahanan serta kemandirian pangan nasional dapat terwujud sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas.