Portal Resmi
Logo LDII Bali

DPW LDII Provinsi Bali

Web Portal Resmi

<- Kembali ke daftar beritaMemperingati Hari Penyiaran Nasional 2026, Warisan Sejarah dan Peran Strategis Media Siaran
ArtikelWawasanNasionalArticle

Memperingati Hari Penyiaran Nasional 2026, Warisan Sejarah dan Peran Strategis Media Siaran

Dipublikasikan 04 April 2026

Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) pada 1 April merupakan momentum berharga untuk merefleksikan sejarah panjang dunia penyiaran di Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan mengenang peran strategis media penyiaran dalam membangun bangsa dan memperkuat persatuan.

 

Awal Mula Penyiaran di Nusantara
Sejarah penyiaran Indonesia bermula pada 1927, ketika Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII menerima hadiah pesawat radio penerima dari seorang Belanda. Langkah krusial terjadi pada 1 April 1933 dengan berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Surakarta. Lembaga radio milik pribumi pertama ini diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegara VII, menandai kelahiran penyiaran nasional.

 

Pada masa perjuangan kemerdekaan, radio menjadi alat komunikasi utama. Ia menyebarkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, menghubungkan daerah-daerah, dan menjadi senjata perjuangan rakyat di tengah keterbatasan.

 

Transformasi Menuju Era Digital
Dunia penyiaran terus berkembang dari basis analog menuju digitalisasi. Perubahan ini memudahkan akses informasi, sekaligus menantang insan penyiaran untuk menjaga kualitas konten yang relevan dan bermutu.

 

Penetapan Resmi Harsiarnas
Tanggal 1 April dipilih karena hari berdirinya SRV. Proses penetapannya panjang: deklarasi pertama digelar 1 April 2010 di Surakarta, diprakarsai Hari Wiryawan (Anggota KPID Jawa Tengah) dan didukung pemerintah, legislatif, budayawan, akademisi, serta tokoh seperti maestro Gesang dan penyanyi Waljinah. Deklarasi ini mengusulkan 1 April sebagai Harsiarnas dan KGPAA Mangkunegara VII sebagai Bapak Penyiaran Indonesia.

 

Deklarasi kedua pada 2010 di Bale Tawangarum, Balai Kota Surakarta, dihadiri Wali Kota Joko Widodo. Akhirnya, Presiden Joko Widodo meresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2019.

 

Peringatan 2026: Menggenapkan 93 Tahun
Tahun ini, Harsiarnas memperingati 93 tahun SRV dengan tema dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), “Siaran Sehat Pemilu Bermartabat”. Momen ini mengajak kita menghargai kontribusi penyiaran dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik, menyediakan informasi, hiburan, serta pendidikan berkualitas untuk bangsa yang lebih maju.